Minggu, 13 April 2014

Nyontek dengan Elegan


Seringkali mencontek, nyontek, atau pun cheating bahasa kampung gueh menjadi alternatif bagi para anak sekolahan termasuk mahasiswa termasuk siapapun sebagai jalur khusus cepat bagi yang kurang mengerti bahkan tidak mengerti sama sekali menjawab soal ujian ketika UTS, UAS, dan nama lainnya, so...ini gueh kasih langsung buat eloh bagaimana cara mencontek yang elegan dan baik sehingga tidak mengusik ketentraman korban apalagi pengawas ujian, so cool aja bro hahahha....cekidot :

1.     Malam sebelum ujian elu harus membayangkan siapa target atau korban yang akan menjadi sumber pendapatan jawaban lu besok hari, jangan bayangkan cuma satu orang aja kecuali hanya ulangan harian nah jika UAS? Kan banyak tuh ujiannya, bayangkanlah banyak sumber bro, misalnya hari pertama namanya si Pran, hari kedua si Pron dan hari ketiga mungkin saja Agnes, begitu seterusnya.

2.    Setelah menentukan target sumber contekan selanjutnya eloh rangking mereka sesuai ability nya, misal si Rina jago matematika jadi lo kudu deket Rina pas ujian matematika jangan pas ujian kesenian..haha.

3.    Menentukan kemampuan target udah, selanjutnya kita agak melakukan PDKT dengan calon korban misalnya lo ngajakin dia buat bareng ke sekolah besok hal ini penting bro karena kemungkinan kursi bisa selalu dekat sekitar 90% karena pas bareng kan lu ngajak ngobrol juga biar bisa duduk deketan gitu.

4.    Rela berkorban dikit ga apa-apa lah bro...beliin coklat kek atau apa kek,..atau traktir sarapan pagi bawain nasi goreng dua kotak.

5.    Nah, jika langkah 1 sampai dengan 4 sudah terlaksana saatnya beraksi di dalam kelas bro,,kita harus menggunakan jurus silent but happen dengan tampang sepolos dan seadanya, tapi musti kayak pura-pura paham soal juga perlu biar pengawas ga berdiri kayak patung aja di samping lo bro.

6.    Kalau ujiannya matematika atau butuh kertas pencari maka manfaatkan alibi itu dengan sempurna, pura-pura lah mengorat-oret kertas kosong itu dengan angka-angka sesuka hati elu pokoknya kayak sibuk gitu lah, jangan lu gambar monyet mencibir nanti yang baca ini jadi tersinggung :D.

7.    Bagaimana dengan ujiaan yang butuh pemahaman? Ya elah lu tinggal pura-pura stel mata ke atas loteng aja bro seperti mengingat sesuatu, biar pengawas berfikir oo..anak itu paham sekali gayanya.

8.    Lihat posisi pengawas bro apakah ia sedang mengawasi dengan ketat atau ia sedang sibuk dengan hapenya, siap-siap pada posisi .

9.    Perhatikan lembar jawaban dan susunannya biar gampang dan memahami posisi jawaban korban

10.  Sekarang arahkan kedua mata lu ke lembar jawaban Rina yang pasti sudah berisi lembarnya karena kan lu anggap dia jago matematika, perhatikan dengan seksama tetapi cepat.

11.   Lihat jawaban dari atas terlebih dahulu sekaligus agak empat atau lima jawaban lu hapalin posisinya. A, B, C, D, E. Misalnya A berarti kan paling kiri di di isi.

12.  Jangan langsung di isi bro, di kasih titik aja dulu karena memang waktu kita sangat terbatas jadi pastikan semuanya sudah terjawab barulah kita dengan perasaan senang gegap gempita mengisi lembar jawaban. Hahaha.

13.  Sebelum mengumpulkan soal ujian dan lembar jawaban pastikan beberapa orang telah mengumpulkan kalau perlu elu yang terakhir ngumpulin bro biar dikira sama pengawas lu pekerja keras sehingga lama kelarnya.

14.  Pas ngumpulin jawaban pasang wajah agak cemberut rada –rada kesel karena ga bisa jawab kalau perlu ngomong-ngomong sendiri secara pelan-pelan, bailang aja “aduh soalnya lumayan sulit ni,” untuk mengalihkan perhatian broo.

15.  Ini yang terakhir bro kalau memang benar mau mencontek malamnya sebelum ujian lu ga usah belajar apapun karena usaha kita adalah mencontek bukan menjawab sendiri karena mencontek juga harus dengan niat 100% bro...biar ga separuh hati melakukan pencontekan.

16.  Esoknya kalau berhasil ulangi terus bro biar skill mencontek lu makin yahutt...karena mencontek adalah kreatifitas...hahahahha.

Cina aja nyontek bikin hape, iya kan bro? Masa ga boleh nyontek kan demi kebaikan bersama terutama diri kita sendiri, lihat aja tuh cina kaya gara-gara ponsel contekan....hahahahhaha. Peace. J

Minggu, 16 Maret 2014

Mencari Tuah Kota Bertuah Season II PART I



Kawan..saya kembali ke pekanbaru, saya kembali mencoba asa di kota ini kota yang terkenal dengan kabut asap dan banjirnya. Dengan ini saya nyatakan bahwa saya telah siap untuk mengarungi badai season kedua di kota ini, bagaimana kah petualangan saya? Yang pastinya makin membosankan dan agak tegang-menegangkan dan bergelombang gimana getoh. Berdasarkan cerita pra musim yang lalu saya berangkat pada hari minggu dan mendarat dengan selamat di kota yang panas ini. Tidak ada sesuatu yang spesial memang ketika saya kembali untuk yang kedua kalinya dihari itu, bedanya adalah kota ini serasa sudah tidak asing lagi bagi saya itu sama kayak petanya kota ini sudah ada dalam benak saya tentunya tidak sampai ke jalan-jalan tikusnya juga kawan, ada sih beberapa jalan tikus yang saya hafal. Dua hari menjelang tes di bank itu, saya hanya mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan sebaik-baiknya karena suka tidak enak badan setelah melakukan perjalanan jauh.
 Selasa itu tiba, sesuai suara yang menelepon saya datang pukul 09.45 pagi dengan kemeja biru dan celana hitam dan lagi-lagi saya mengalami kejadian yang diluar dugaan. Pertama yaitu ketika saya sudah menunggu lebih dari setengah jam tetapi tidak juga dipanggil lalu saya menemui resepsionisnya dan alamakk alangkah terkejutnya saya ketika ia menyebut dengan manisnya,” pak Nanda tes wawancaranya jam 2 nanti bukan jam 10,” katanya sambil tersenyum. Saya tidak tahu namanya karena memang tidak ada name tag di dadanya :D. Sedikit kecewa memang karena saya dengan sangat persis mengetahui bahwa yang bicara ditelpon itu bilang jam 10 pagi...tapi tak apalah jam sudah menunjukkan pukul 11.00, saya pun berfikir untuk pergi ke pustaka Soeman HS tempat dimana saya selalu menemukan sesuatu yang baru baik itu ide ataupun hal-hal lain yang dirasakan perlu.

Kamis, 30 Januari 2014

Menjelang Musim Kedua



Setelah cukup lama vakum dalam artian saya tidak lagi menulis tentang perjalanan hidup di kota ini, kini saya kembali dengan cerita baru yang tak kalah membosankan. Jika pembaca membaca “mencari tuah kota bertuah” edisi sebelumnya tentu akan dengan sangat mudah memahami hal-hal yang akan saya ceritakan pada edisi kali ini. Yapp...benar sekali, langkah saya terhenti ketika saya tidak lagi bekerja di KIA mobil sebagai marketing, setelah berhenti saya memutuskan untuk fokus pada beberapa tes yang tentunya mengiming-imingi saya dengan pekerjaan. Pertama adalah tes di salah satu bank terbesar di indonesia dimana saya hanya sampai pada wawancara psikologi, kemudian tes pekerjaan yang paling diminati oleh manusia sejagat raya, mungkin menempati rangking 1 dalam hal pekerjaan yang paling di idamkan. Apalagi jikalau bukan hantu yang bernama pegawai negeri sipil bekerja sebagai civil servant alias pelayan publik, lalu mengapa banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengikuti tes yang satu ini? jawaban yang terbanyak tentunya adalah kesejahteraan dan keterjaminan hidup hingga uzur nanti. Seolah menjadi PNS kita sudah menjadi dewa yang hidupnya terus berada dalam level aman. Rupanya banyak manusia yang setengah dewa. Ketika tes CPNS akan berlangsung maka dengan seketika itu juga akan berhembus angin yang selalu berkata ada uang ada jabatan, kalau saya sih secara pribadi tidak percaya dengan yang namanya begituan dan lagian kalau saya percaya apa untungnya..hahaha.
 Bagi saya jika mereka masuk dengan cara berbayar ataupun cara yang baik-baik dalam artian lulus murni toh sama saja, sama-sama menjadi pelayan publik, sedikit perbedaan adalah yang masuk dengan cara berbayar berarti sangat ingin menjadi pelayan publik..hahaa. Tes CPNS tahun 2013 saya mengambil tes di daerah yang belum pernah saya jajaki hanya pernah mendengar namanya saja tepatnya di batang aia full alias full river alias sungai penuh Provinsi Jambi. Saya nekat melakukan tindakan penyeberangan karena ada seorang kawan tepatnya sih bukan kawan tetapi kawan yang penuh memory membantu saya mengurus semua keperluan saya untuk tes. Saya hanya mempersiapkan berkas dari Pekanbaru lalu saya mendengar bahwa saya dipanggil untuk tes. Tidak ada persiapan khusus yang saya lakukan untuk menghadapi ujian CPNS pertama dalam hidup ini hanya beberapa hal yang saya lakukan seperti meminta doa restu kepada kedua orang tua, nenek, dan beberapa sanak famili kemudian saya browsing beberapa soal-soal CPNS lalu saya membahasnya beberapa butir soal. Usaha terakhir adalah do’a. Berangkat menuju daerah yang belum saya kenal sama sekali merupakan suatu hal yang paling saya suka, sudah terbayang akan pemandangan yang baru dan tentunya indah. Sungai Penuh benar-benar daerah yang tidak bertuan bagi saya, tidak jauh memang tetapi di sana saya tidak punya siapapun untuk temui. Beruntungnya bagi saya adalah salah seorang senior sewaktu kuliah dulu bang Deri juga ikut tes di Sungai Penuh, jadi tak payahlah jika sudah ada kawan yang punya sanak saudara di sana.
 Sebelumnya pernah terbesit dalam fikiran saya bahwa sewaktu disana selama dua hari saya akan tidur di mesjid saja, dan ternyata memang banyak yang tidur di mesjid sewaktu saya di sana. Pemerintah Kota Sungai Penuh membuka semua pintu mesjid demi menampung semua tamu yang datang, tamu lebih dari 10.000 orang belum termasuk pengantar tamu :D. Hari itu saya berangkat dengan mobil milik bang Deri, terlebih dahulu saya kerumahnya menunggu teman-teman bang Deri yang lain datang. Jadwal keberangkatan selepas jumat terpaksa di delay karena setelah dirembukkan lebih baik berangkat setelah magrib dan tentunya saya tidak bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Selepas makan malam kami berangkat dan ibu bang deri menyiapkan beberapa bungkus nasi untuk bekal kami di jalan.
 Tidak ada pemandangan yang bisa saya ceritakan selain hanya lampu mobil yang lalu lalang serta hembusan angin yang awalnya hangat berubah menjadi sangat dingin ketika kami sudah memasuki wilayah Alahan Panjang. Memang sangat terkenal bahwa wilayah Alahan Panjang sangat dingin karena memang berada di daerah ketinggian, kebun teh yang menghijau pada siang hari hanya seperti padang rumput yang hitam jika malam hari dan lampu-lampu rumah warga yang gemerlap dan bertumpuk-tumpuk. Saya mulai terkantuk-kantuk dan terbangun ketika kami sudah mencapai daerah Solok Selatan perbatasan dengan Jambi, kami memutuskan untuk berhenti istirahat sejenak dan menyantap nasi yang dibawa dari rumah bang Deri tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari namun kami masih sepertiga perjalanan, memang niat awal dari rumah adalah slow but sure. Mobil yang kami tumpangi mendarat di Kota Sungai Penuh dengan selamat sekitar pukul 4.30, lalu kami langsung menuju rumah saudara bang Deri. Baru saja menginjakkan kaki di Kota Sungai Penuh saya langsung menyatakan kekaguman itu lewat syukur yang saya ucap. Sebuah kota yang indah bahkan sangat indah, hawanya sejuk karena memang di kelilingi oleh bukit, dari kejauahan kita bisa melihat kokohnya puncak Gunung Kerinci.
Hari itu kota yang baru mekar dari Kabupaten Kerinci tersebut terlihat lebih ramai banyak kendaraan dengan nomor polisi luar daerah lalu lalang di jalanan kota, utamanya kendaraan dari Sumatera Barat. Memang di sini umumnya orang-orang berbicara dengan bahasa Minangkabau karena dulunya wilayah ini masuk pada wilayah Sumatera Barat. Jadi tak susahlah berkomunikasi dengan orang-orang di kota ini, seperti biasanya di setiap sudut jalan akan kita temui rumah makan padang, sate padang, dan soto padang. Serasa berada di kampung sendiri.

Rabu, 01 Januari 2014

Hidup Adalah Pilihan


Pilihan hidup adalah awal dari akar masalah kehidupan.
Terkadang seseorang merasa pilihan hidupnya hanya sedikit.
Terkadang juga mereka pilihan hidupnya terasa banyak.
Tetapi sadar atau tidak bahwa pilihan hidup adalah ciptaan kita sendiri.
Kita tidak memikir terlalu matang apa yang akan menjadi pilihan.
Dan sayangnya pilihan juga tidak mengajarkan kita mana yang lebih baik.
Banyak orang yang bilang bahwa pilihan hidup harus di jalani satu persatu.
Tetapi juga tidak sedikit orang yang sukses dengan mengambil banyak pilihan.
Jika hanya mengembalikan kepada diri sendiri rasanya sangat pasrah.
Mencoba berusaha, tetapi di tengah kembali muncul pilihan baru.
Ingin berpaling kemudian teringat kepada pilihan lama.
Mencoba hanya berfikir maka terngiang akan banyak pilihan.
Memilih adalah yang paling sulit.
Sulit itu jika yang paling baik di antara yang baik, dan sebalikya.
Pilihan telah menjadi warna dalam kehidupan kita,
Tanpa pilihan hidup hanyalah hampa.
Hati-hati dengan pilihan, karena itu adalah amanah.
Pilihan akan membuat hidup lebih tangguh.
Pada dasarnya tidak ada pilihan yang salah.
Kembali kepada yang maha kuasa adalah jawaban penuh kedamaian.
Karena-Nya lah yang tau apa yang baik dan buruk untuk kita.  

Di Garuda Sakti
Pukul 15:41 WIB.
Edisi galau.


Sabtu, 23 November 2013

Mencari Tuah Kota Bertuah III

Tidak ada gading yang tidak retak, dan tidak ada tupai yang tidak jatuh ketika melompat, begitulah beberapa kiasan atau ungkapan yang banyak diartikan oleh orang-orang bahwa semua pasti akan mengalami yang namanya kegagalan. Kegagalan bisa menjadi negatif apabila seseorang memaknainya dengan sikap negatif, namun juga bisa berbuah baik apabila seseorang berlaku positif. Pokoknya intinya pusatnya dengan kata lainnya semua manusia pasti akan mengalami kegagalan. Superrr sekali bukan. Ada orang yang langsung bisa mengatasinya dengan baik, sangat baik dan terlalu baik, mereka mampu dengan sigap bangkit dari kegagalan dan kembali ke posisi semula, ya setidaknya mampu untuk tetap berdiri. Namun juga tidak sedikit orang yang tidak bisa dengan cepat kembali ke posisi semula, beberapa dari mereka butuh yang namanya siraman rohani, kuliah tujuh menit, dan beberapa kata motivasi dari para motivator, yang secara tidak sadar bahwa mereka telah di sirami dengan motivasi-motivasi yang sama halnya dengan yang ada dalam buku.
         Menurut saya, ini menurut saya lho sebegitu mereka mendapatkan motivasi alam bawah sadar mereka langsung bereaksi dengan memberikan iming-iming kesadaran semu dan semangat semu, lalu sebegitu keluar dari ruangan kembali teringat dengan masalah yang ada, dan ya bisa anda bayangkan sendiri kondisinya. Ingat ya, kata-kata motivasi menurut saya beda-beda tipis dengan pasan mandeh di kampuang, bedanya adalah kata-kata motivasi para motivator di sampaikan dengan sebegitu manis kalimatnya dan susunan katanya, sedangkan pasan mandeh yang sarat makna terucap begitu saja. Kalau tag line nya talk less do more :D.
Satu ..dua..tigaa...Holllaaa...para pecinta yang saya klaim sebagai pembaca addicted cerita saya, kali ini masih mengenai kota bertuah dimana saya mengalami kegagalan pertama yang harus dan wajib saya tuliskan untuk melengkapi perjalanan hidup saya. Jika pembaca membaca cerita ini semenjak part I, maka pasti tidak akan melewati bagian yang satu ini, hahahhaa...pede gueh lai. Saya gagal merajut asa di KIA MOTORS, saya gagal pemirsa. Secara resmi saya bekerja di KIA MOTORS pada tanggal 14 juli 2013, dimana saya wisuda pada bulan Mei 2013, alhamdulillah saya belum merasakan yang namanya menganggur, dan kini saya merasakan.
         Secara gamblang akan saya ceritakan bagaimana saya menemukan kegagalan pertama di kota ini. Saya bukannya gagal dalam hal menjual tapi ada beberapa hal yang menyebabkan saya memutuskan langkah ini, tiga bulan bekerja bukanlah waktu yang singkat , dan tentunya juga banyak pelajaran yang saya dapat.
Pernah waktu itu saya melakukan canvassing di sebuah pusat perkulakan di kota bertuah, dimana sebelumnya saya juga pernah melakukan canvassing di pusat perkulakan ini. Saya keluar dari kantor sekitar pukul 10.00 pagi, dengan mantap saya langsung menuju Bandara Sutan Syarif Qasim II (SSQ II) sebagai destinasi canvassing pertama hari itu, sesampainya di bandara saya memarkir si biru (motor mio kesayangan saya) lalu membagikan beberapa brosur kepada para tamu bandara yang sedang di parkiran. Beberapa orang menerima brosur saya dengan senang hati dan beberapa ada juga yang menolak dengan senyuman. Tidak mau berpanas-panasan di parkiran bandara, saya pun menuju ruang ketibaan atauarrival gate (bener ga sih, hahaha), ya namanya juga di bandara saya tentu mendengar suara merdu pesawat terbang dan melihat dengan jelas beberapa pesawat yang melesat ke angkasa. Jujur ya, ini jujur sejujur-jujurnya saya belum pernah naik pesawat, dan sangat ingin menaiki burung besi itu apalagi kalau jadi pilotnya. Tidak terbayang bagi saya jika saya yang menjadi pilot, pasti akan sangat gagah sekali, saya akan memakai baju seragam hitam putih, berteman dengan pramugari, tapi sayangnya saya tidak minat jadi pilot -_- (sebenarnya bukan ga minat tapi dari segi manapun saya ga akan lolos tes pilot kecuali tesnya cuma satu yaitu tes kegantengan..haha).
Lama juga aku berdiri di gerbang ketibaan, satu setengah jam kalau tidak salah, saya menawarkan produk-produk KIA kepada  beberapa orang yang lewat, seraya mengajak untuk berdialog. Dari sekian banyak orang yang aku tawari, hanya satu orang yang tertarik namanya Bapak Abdullah, dia tertarik untuk membeli all new picanto dengan syarat minta bantuan di jualkan sebuah mobil kijang rover miliknya. Saya pun menyanggupinya, namun setelah beberapa kali saya bujuk rayu maka istri jualah yang berkuasa di atas rumah tangga, berdasarkan saran sang istri akhirnya Pak Abdullah tidak jadi deal dengan saya, dan ini adalah bentuk-bentuk kegagalan-kegagalan kecil saya di KIA. Tepat pada jam 11.58 saya kembali ke rumah, dan tak lupa singgah di sebuah rumah makan ampera 8000 untuk membeli sebungkus nasi lengkap dengan lauknya. Perlu saya ceritakan sedikit mengenai rumah makan di sini, dimana tarif rumah makan di sini jika di bandingkan dengan di kota padang maka di kota ini anda bisa mendapatkan penawaran terbaik hingga 7000 rupiah, sangat terjangkau bukan?. Ngemeng-ngemeng ada satu rumah makan minangkabau dekat rumah saya yang saya beri nama dengan rumah makan silent, kenapa tidak rumah makan ini sangat unik menurut saya karena untuk memesan makanan orang tidak ada yang berbicara lantang dan keras, tapi dengan suara pelan rada-rada berbisik, orang yang makan di sana juga hanya sekedar makan tidak ada yang ngobrol-ngobrol. Keep silent,..hidangan utamanya adalah goreng burung yang cukup enak dan sambalado hijau yang selalu membuat saya mencrett. Ups.
 Setibanya di rumah saya langsung membuka bungkus nasi, dan melahapnya dengan sekejap mata, kemudian saya rehat sejenak dengan menonton acara di tv hingga ketiduran selama seperempat jam. Saya bangkit lalu menunaikan ibadah sholat dzuhur, dan kembali mengenakan kemeja dan sepatu kulit lilin.
 “bro,,bentar lagi nape santai dulu”, kata sofyan, saya hanya tersenyum dan menjawab “ga lah bro, aku mau ke Indogrosir katanya di sana prospekannya bagus”, saya pun berlalu.
 Tujuan utama telah di tentukan yaitu pusat perkulakan Indogrosir dimana di pusat perkulakan ini hampir semua jenis barang di jual dengan cara grosiran, tentunya sasarannya adalah konsumen yang berasal dari kalangan pedagang-pedagang, baik itu pedagang warung kecil, menengah hingga besar. Biasanya yang berbelanja di sana menggunakan mobil box untuk mengangkut barang belanja. Tanpa basa basi saya langsung membagikan dan mengajak berdialog beberapa pengunjung Indogrosir, dan beberapa memang ada yang berminat.
 Namun hanya sebentar saya beraksi tiba-tiba seorang petugas kemanan yang bahasa kerennya security menghampiri saya dan menegur dengan nada tegas. “dek,,,di sini  tidak boleh membagikan brosur”, seraya mengambil brosur dari tangan saya. Sebagai seorang yang tidak tahu tentu saya mempertahankan brosur saya, dan terjadilah tarik menarik antara saya dengan petugas keamanan, walaupun akhirnya saya mengalah dan melepaskan brosur. “maaf pak saya tidak tahu, tapi tolong brosur saya di kembalikan”, saya memohon. Petugas itu pun segera masuk kedalam sambil menyuruh saya tetap di tempat, lalu tidak berapa lama ia datang dengan seorang yang sepertinya adalah karyawan Indogrosir. “maaf ya dek, memang di sini kita tidak boleh membagikan brosur, tapi jika adek mau pameran maka kita akan sediakan tempat”, kata bapak itu ramah.
Pucuk dicinta ulam pun tiba...kebetulan nih Pak Andre menyuruh saya untuk meminta surat penawaran dari Indogrosir, walaupun maksud saya sebelumnya adalah melihat situasi dan kondisi di Indogrosir terlebih dahulu sebelum akhirnya meminta surat penawaran, namun karena keadaan sudah dalam kondisi darurat gawat terawat maka saya akhirnya memutuskan untuk meminta surat penawaran kepada bapak yang ramah tadi. “baiklah pak, saya minta surat penawaran tempat saja”, timpal saya. Bapak itu pun mengajak saya ke dalam Indogrosir, dan segera membuatkan secarik surat penawaran.
 Pak Andre sering mengatakan bahwa seorang sales harus mengalami yang dinamakan dengan penolakan, “semakin banyak di tolak semakin besar peluang untuk jualan”, itu adalah kata pamungkasnya apabila tim dalam kondisi lesu. Dalam beberapa kesempatan Pak Andre juga sering memberi kami makan gratis, ya walaupun dengan kartu kredit kami tetap makan dengan lahap, Hahahaha. Kalau Pak Andre tidak mau memberi kami makan gratis maka Fieka adalah tukang rayu yang handal. “ pakkkk, ayolah pakk makan dulu kita baru jualan”, kata Fieka manja. Tidak pernah Pak Andre dalam sejarah memberi kami makan gratis di ampera 10.000 apalagi 7000.
 Hari demi hari pun berlalu begitu cepat, bahkan sangat cepat dan sangaaattt cepat apabila kita tidak jualan. Pernah sekali saya di telpon oleh Pemerintah Kota Dumai bagian pengadaan barang dan jasa, sebuah panggilan yang membuat saya terkejut bukan kepalang. Sore itu saya balik ke kantor pukul 15.45, kemudian setelah sholat ashar saya berdoa “ya allah, berikanlah saya sebuah penjualan di KIA ini untuk menolong kedua orang tua saya, berikanlah ya allah”, begitu kira-kira doa saya sore itu. Setelah itu saya langsung menuju ruang titik kumpul marketing dimana marketing lain belum kembali, saya menyalakan komputer dan membaca majalah historia online yang memang  saya suka membacanya karena menurut saya memang benar bahwa masa lampau selalu aktual. “penampakan pesawat dengan Logo Nazi ada di Bali” itu berita yang saya baca. Ternyata pesawat Nazi pernah singgah di Bali alias menapakkan kakinya di negara kita Indonesia sebelum melanjutkan penerbangan ke Australia dalam rangka sebuah uji coba pesawat.
Tidak berapa lama saya membaca berita telepon genggam saya berdering, deringnya sama dengan telepon kantor dan tidak pernah saya ubah. “maaf ini dengan Pak Nanda?, ini saya dari LKPP dumai pak, saya mau memesan satu unit ambulance Kia Pregio International, bisa kita ketemu sekarang pak?”, ucap bapak itu lugas. Hal pertama yang saya fikir adalah darimana bapak tersebut mendapatkan nomor handphone saya, tapi ya sudahlah, its meet time, deal time. Segera saya meluncur ke jalan Arengka I, dimana Bapak Joko yang baru saja menelepon sudah menunggu. Negosiasi pun terjadi tidak cukup alot memang, karena harga semua unit ambulance sudah tertera di e katalog nasional pengadaan barang dan jasa, dan kami pun deal di harga 362 juta rupiah.
Sorenya langsung saya menghadap Pak Andre dan mengatakan bahwa LKPP Kota Dumai memesan satu unit ambulance kelas international. Pak Andre pun dengan sigap segera membicarakannnya dengan kepala cabang, yaitu Pak Karim. Kemudian Pak Karim pun dengan sigap melapor ke KIA Pusat di jakarta, dan ternyataaaaa,,unit ambulance tidak ada untuk saat ini, untuk unit Pregio kelas internasional baru akan tersedia pada bulan Oktober. Pupus sudah harapan jualan, tetapi paling tidak saya sudah berhasil melakukan transaksi penjualan satu unit, dan itu saya anggap sebagai jualan keberuntungan pertama tentunya berkat kekuatan doa tadi, saya percaya doa. Setelah usut di usut ternyata konsumen ambulance tersebut adalah hasil dari PDKT Rahma salah seorang sales counter kami, bagi saya sih tidak masalah karena toh semuanya sudah di atur yang di atas. Usaha bukan berbanding lurus dengan hasil tetapi pasti ada hasil.
Ada beberapa hal unik yang saya suka di Kota Pekanbaru dan tidak saya temukan di kota asal saya Kota Palupuah even Padang sekalipun (hattcimm) heheh, hal tersebut membuat saya kagum dan sedikit tercengang. Mungkin saya memang sedikit udik tapi saya suka dengan keudikan karena menurut saya udik beda tipis dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Apakah pembaca sudah pernah mendengar kata-kata pesawat tempur? Melihat pesawat tempur? Pasti ada yang sudah melihatnya walaupun hanya dalam filem-filem box officeAmerika, karena sudah  bisa di pastikan tidak ada pesawat tempur dalam filem-filem Indonesia. Amerika dengan bangganya melalui media filem memamerkan alat senjatanya yang canggih, salah satunya adalah pesawat tempur lengkap dengan misilnya seperti F16 dan F22, ataupun pesawat tanpa awak yang disebut drone juga telah masuk layar kaya box office. Saya juga tahu bahwa di Kota Padang juga ada lapangan angkatan udara LANUD Tabing, tetapi selama saya tinggal di Kota Padang selama lebih kurang 4,5 tahun efektif saya tidak pernah melihat pesawat tempur berkeliaran di langit Kota Padang, atau terbang rendah di pesisir Pantai Padang sehingga ketika pesawat tempur lewat maka tenda ceper akan terbang berhamburan. Pertanyaannya adalah apakah memang benar ada pesawat di lapangan udara atau hanya lapangan udara tanpa pesawat?, mungkin pembaca lebih tau jawabannya.
 Beda dengan apa yang saya saksikan di Kota Pekanbaru, hampir setiap hari saya melihat pesawat tempur jenis pemburu berkeliaran di langit kota pekanbaru. Kadang ada yang terbang sendirian, kadang dua unit dan saya melihat tiga unit paling banyak mungkin ada yang bilang saya udik karena terlalu memperhatikan setiap pesawat tempur lewat, tapi saya toh tidak peduli. Kenapa saya tertarik dengan pesawat tempur? menurut saya pesawat tempur jenis pemburu seperti F22  buatan Amerika atau Sukhoi buatan rusia adalah sebuah mahakarya yang sangat mengagumkan untuk di lihat, begitu gagah terbang melesat di atas langit, pasti seru jika saya langsung yang jadi pilotnya,,haha. Untuk mengobati rasa penasaran saya, maka setiap pulang kerja saya kadang melewati jalan alternatif yaitu komplek AURI Pekanbaru yang tersohor itu. Bagaimana tidak, konon katanya orang-orang yang tinggal di komplek AURI adalah orang yang di segani di Kota Pekanbaru.  
Ketika kita akan memasuki komplek AURI maka kita akan melewati sebuah gerbang pagar besi yang di aliri listrik, sebelum gerbang terdapat sebuah monumen pesawat yang katanya merupakan monumen yang di pindahkan dari depan Kantor Gubernur Riau. Monumen pesawat sekarang telah berganti dengan monumen tarian melayu yang saya lupa apa namanya (kalau tidak salah namanya zapin), secara historis monumen tarian melayu tidak terdapat makna khusus kenapa berdiri di depan Kantor Guberur Riau (lebih tepatnya saya tidak tahu :D) atau persisnya di bundaran Jalan Sudirman depan kantor gubernur. Salah seorang kawan saya berkata, monumen pesawat lah yang memiliki nilai historis, karena menurut sejarahnya monumen itu ada untuk memperingati jatuhnya pesawat tersebut di lokasi monumen di bangun. Itu sama dengan monumen pesawat Avro Anson yang ada di Gaduik (near Palupuah), Kab Agam dengan cerita yang sama persis. Memasuki komplek AURI kita harus membuka kaca helm, membuka kaca mobil bagi yang punya mobil dan tidak membuka apa-apa bagi yang jalan kaki :D.
 “harap pelan-pelan, anda memasuki kawasan militer”, begitu kata-kata yang ada di salah satu papan besi berwarna merah. Jalannya lumayan sempit dan ramai apalagi pada sore hari, ketika kita memasuki maka akan melihat lapangan golf, kolam pancing, deretan mess, mesjid, rumah dinas, kantor, dan ruangan simulasi pesawat yang diperuntukkan bagi TNI AU, semuanya serba biru langit warna khas TNI AU. Ada satu lokasi yang tidak bisa di masuki oleh umum, yaitu komplek lapangan udaranya, dari luar pun akan sangat susah melihat apa yang terjadi di dalam lapangan udara. Bagaimana tidak lapangan udara tertutup oleh batang bambu kecil yang tinggi dan rapat, kemudian juga ada pagar besi yang tinggi.
 Saya tidak kehabisan akal untuk melihat apa yang terjadi di dalam lapangan udara, dengan penuh harapan saya akan melihat dari dekat rupa pesawat tempur yang asli. Caranya adalah saya mengendarai motor pelan-pelan ketika melewati komplek lapangan udara kira-kira kecepatan 10 km/h, saya berusaha melihat kejadian di dalam dengan cara memperhatikan dengan seksama di antara rapatnya tanaman bambu kecil. Saya bisa melihat lapangan udara yang cukup luas, kemudian hanggar yang ada pesawat tempur sedang parkir, sekali waktu itu saya melihat pesawat jenis hercules yang ternyata pesawat itu sangat besar aslinya (dalam filem kok kecil ya? Jangan2 mereka pake pesawat mainan). Jika berhenti maka di pastikan akan ada anggota TNI AU yang menghampiri saya dan menasehati agar tidak mengintip kejadian di lapangan udara. Bisa-bisa saya di kira mata-mata CIE, atau mata-mata malingisa, karena itu saya terus mengendarai motor dengan kecepatan tetap 10 km/h, demi melihat pesawat tempur dari dekat.
Hahahahahha, hanya orang aneh seperti saya yang melakukan ini semua, dan tidak hanya sekali tetapi berulang kali saya melakukan kegiatan yang sama. Sampai saat ini saya tidak tahu jenis pesawat tempur yang ada di dalam hanggar dan berkeliaran di langit kota pekabaru, yang saya tahu adalah saya kagum. Bagi saya memperhatikan segala sesuatu secara seksama adalah hal yang penting, walaupun menurut orang lain tidak penting terkadang kita mendapat pelajaran baru dari apa yang kita lihat.
 Eh....saya juga ingin bercerita mengenai meja ping pong baru yang ada di kantor saya, tepatnya mantan kantor. Meja ping pong sengaja di datangkan oleh kepala cabang, “besok meja ping pong kita datang, jadi kalian yang lelah abis kerja bisa refreshing sambil main ping pong dulu, tapi tolong di jaga baik-baik ya, nanti kalau perlu kita adakan turnamen Pes juga”, cetusnya. Pak kacab juga sering bilang bahwa kerja jangan di bawa stress tetapi di bawa santai dan dinikmati karena memang itu sudah menjadi tanggung jawab kita, jadi mau tidak mau harus di jalani.
 Soal meja ping pong memang awalnya kami menikmati permainan hampir setiap sore karyawan selalu main ping pong, canda tawa pun mengalir sehingga suasana lebih akrab bahkan ada yang main hingga malam hari tak terkecuali saya. Ping pong bukan lah olahraga baru bagi saya, ini mengingatkan ketika saya masih menjadi penghuni tetap PKM Unand, dimana kami main ping pong dengan sesama kawan ukm. Kalau kata Bang Yayang “Cuma sumo se yang ndak bisa wak olahraga ko nda”.
 Kira-kira lebih kurang satu minggu kami menikmati hiburan meja pingpong sampai ada insiden kecil yaitu patahnya salah satu kaki meja ping pong, untungnya masih bisa di gunakan. Patahnya meja ping pong tidak di ketahui semua karyawan, sehingga di suatu sore adalah Bang Ambo yang tengah bermain pingpong terkejut dan langsung pucat pasi karena tiba-tiba meja ping pong ambruk. Dia fikir pasti dia yang telah menebabkan meja ping pong tersebut patah, hahahaha...langsung salah tingkah Bang Ambo, tentunya ia takut dimarahi oleh pak kacab. Untungnya Wisnu (OB Kantor) langsung bilang bahwa kaki meja tersebut telah patah sebelumnya, dan terpancarlah sinar cerah dari wajah Bang Ambo.  Walaupun salah satu kaki meja telah patah kami tetap bisa bermain pingpong tentunya harus dengan hati-hati, karena bisa-bisa meja yang ambruk menimpa kaki membuat kakii anda merah dan bengkak seperti dalam filem Tom and Jerry.
Bulan kedua saya bekerja di KIA kami mendengar desas desus bahwa akan datang seorang kepala Wilayah Sumatera II KIA MOTORS yang akan stay di Pekanbaru dan tentunya ini menjadi sebuah berita yang tidak terlalu bagus karena akan ada tambahan tekanan baru. Ternyata Gosip bahwa akan datang seorang kepala wilayah bukan hanya sekedar gosip tapi memang benar adanya, beliau adalah Bapak Sugeng Suherman seorang keturunan Chinesee Medan. Penampakannya bersih, rapi, tinggi, putih, berkacamata dan tentunya mata nya sipit, gaya bicaranya lugas, jelas, dan tegas. Semenjak kedatangan pak kanwil cukup banyak perubahan-perubahan baru yang beliau buat, bagi saya pak kanwil adalah seorang yang patut di contoh dari segi profesionalisme kerjanya.
 Seorang Sugeng Suherman telah malang melintang di dunia otomotif Indonesia, karirnya di awali dengan menjadi sales di sebuah pabrikan otomotif terbesar di dunia Toyota. Karirnya di dunia otomotif pun melejit karena kecintaannya pada pekerjaannya, hingga saat ini dipercaya menjadi kepala wilayah untuk KIA Mobil Indonesia. Sebuah prestasi yang luar biasa, karena berkarir di dunia otomotif tentu butuh semangat dan kreatifitas yang tinggi. Sayangnya saya belum sempat berbicara intim dengan beliau, kan kisah hidupnya bisa saya bagi dengan pembaca apalagi bagi pembaca yang berniat sukses berkarir di dunia otomotif. Kedatangan Pak Sugeng nampaknya cukup memberikan shock terapi tak terkecuali kepala cabang, positifnya tentu meningkatkan angka penjualan karena “everything is sale”. Hahahahha...slogan pribadi Pak Andre.
Banyak hal yang telah saya lalui di KIA, canda tawa, suka duka, yang  membuat pengalaman hidup saya bertambah. Sebenarnya sih tidak ada duka yang terlalu mendalam selama di KIA, adapun duka kecil yang di sebabkan oleh kebodohan saya sendiri dimana saya telah mendorong sepeda motor sebanyak tiga kali, karena kehabisan bensin..hahahahhahaha. Perkiraan saya mengenai volume bensin dengan jarak tempuh meleset, karena kebodohan sendiri dan alangkah lebih baiknya saya memakai alibi bahwa SPBU di Kota Pekanbaru langka oleh karena itu perhitungan saya meleset...hahahaha. Akhirnya,,,,hari itu tiba, hari dimana saya memutuskan untuk tidak melanjutkan karir saya di KIA karena ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. Bacalah dengan seksama kronologis kenapa saya memilih berhenti, karena jika pembaca tidak teliti maka saya akan terkesan kena pecat :D. Pagi itu..saya lupa harinya kalau tidak salah hari senin, seperti biasa setiap pagi kami melakukan briefing sebelum melakukan aktivitas selanjutnya. Awalnya briefing seperti biasa bersama Pak Sugeng, kemudian ketika briefing akan berakhir pak kacab mengatakan bahwa,” nanti siapa yang bisa jualan tiga unit bulan ini dapat hadiah jalan-jalan ke Jakarta nonton IIMS” katanya dengan penuh semangat. Pemirsah tau IIMS ga? Apaaa? Ga tau? Ah yang benerrr...itu lho singkatan dari Indonesia International Motor Show. Pameran mobil terbesar di Indonesia yang sudah menjadi agenda tahunan di negara kita, siapa saja yang ikut? Ya sudah tentu hampir seluruh produsen mobil di dunia, lengkap dengan SPG impornya. Di sana kita bisa melihat deretan mobil-mobil baru dan mobil konsep masa depan yang memang sengaja di pajang untuk tujuan promosi, mulai dari yang biasa-biasa saja hingga mobil yang super canggih.
 Sebenarnya maksud dan tujuan pak kacab adalah baik yaitu memotivasi anggotanya untuk bisa jualan lebih banyak dengan iming-iming IIMS, tetapi dia melupakan suatu hal yang menurut saya ini tidak fair. “siapa yang mau ikut nonton IIMS ?”, serunya, lalu beberapa dari kami mengacungkan tangan. “waahhh...kalian ga mau nonton IIMS? Saya ulang nih, siapa yang mau ikut nonton IIMS ?”, serunya sekali lagi, kali ini hanya sedikit yang tidak mengacungkan tangan termasuk saya. Merasa belum puas maka pak kacab mengulangi pertanyaan yang sama dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Semuanya terlihat mengacungkan tangan kecuali saya (sebenarnya masih ada satu orang lagi yang tidak mengacungkan tangan yaitu Bang Yayang), lalu pak kacab langsung merah mukanya dan melihat saya dengan sorotan mata yang tajam.
“Nanda, kamu ga mau ikut nonton IIMS ?“, nadanya tinggi, saya hanya menjawab “tidak pak, saya tidak suka IIMS”. Mendengar jawaban saya pak kacab makin meradang “kamu Nanda kalau tidak jualan bulan ini maka silahkan keluar dari sini, kita butuh semangat yang sama, jangan mentang-mentang kamu dekat dengan supervisor”, beliau terlihat marah. Pak kacab juga melaporkan saya kepada Pak Sugeng, tapi Pak Sugeng hanya membalas dengan senyuman.
 Saya sangat terkejut dengan pernyataan pak kacab saya berada dalam zona militer pikir saya dalam hati, mungkin karena saya memiliki tipe bebas dan tidak suka di kekang maka jiwa saya 100 persen menolak dengan pernyataan beliau. Rekan saya yang lain juga terkejut dengan keputusan pak kacab, karena memang agak ganjil menurut saya. Tidak pernah saya menemukan pemimpin seperti ini sebelumnya, sebagai bentuk penolakan maka saya bekerja hanya dengan setengah hati hingga hari dimana saya memutuskan untuk keluar alias resign. Entah sebuah kebetulan atau tidak tetapi saya mengenakan kemeja yang sama di mana hari pertama dan terakhir saya di KIA, kemeja biru. Setelah membuat secarik surat pengunduran diri maka saya meminta izin kepada pak kacab, dengan sedikit menasehati lalu kami bersalaman dengan penuh kehangatan. Menariknya adalah sehari setelah saya berdebat dengan kepala cabang, esoknya kami di kejutkan dengan poster ukuran 2x1 dengan tulisan “NO REASON”, akankah itu gara-gara saya? Hahaha.
Tidak ada sedikitpun dendam dalam diri saya. “anggap saja kamu sekolah di sini, karena tentu ini pasti akan bermanfaat buat kamu nanda, jadi lelaki emang harus seperti itu”, itu kata-kata terakhir pak kacab kepada saya. Dengan penuh senyuman saya langsung berbalik dan pulang, dengan harapan tentu saya menemukan tempat berlabuh yang lebih baik dari yang telah saya dapat di sini. “gagal adiak den jadi marketing di siko, nio pindah ka chevrolet ndak ? ulang sakali lai sampai jadi”, kata terakhir Pak Andre yang memang kami sudah seperti saudara. Saya hanya menjawab “saya fikir dulu bang, saya butuh waktu menenangkan diri”. Mungkin Pak Andre akan rindu dengan saya karena kehilangan asistennya,,,hahahha,,tu mode bos.
 Saya sadar telah gagal di sini, dalam hal ini khususnya dunia marketing dan sepenuhnya adalah kesalahan saya oleh karena itu saya harus berani menanggung resiko karena hidup memang penuh dengan resiko. Mulai dari di usir satpam, curi-curi pandang melihat pesawat tempur, berdebat dengan pak kacab, mendorong sepeda motor, jualan unit yang tidak ada memang telah menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. Stoppppppp,,,,keenakan kan baca cerita saya, sampai pemirsa lupa diri,,hahah. Nah pemirsahhhh....demikianlah yang dapat saya ceritakan dalam part III ini, saya berencana ini adalah episode terakhir di kota bertuah tapi tidak menutup kemungkinan bakalan ada part selanjutnya :D. Cando nan taralah sanak, ko ado nan sasek lataknyo indak pado tampeknyo rilakan nan tamakan usah langang di nan rami apolai takicuah di nan tarang, banyak ridho jo maaf. Selamat Membaca.

di Palupuah, 30 Oktober 2013.
Pukul 20.30 WIB

The Navigator

Perempuan Unik, enerjik, klasik, endemik, aneh, luar biasa, abnormal, jalur kiri, anti kemapanan, asik, cuteh, imut, gehol, ndut, cubby, apa lagi yaaa...tentu anda berfikir bahwa tidak akan ada manusia dengan ciri-ciri seperti yang telah saya sebutkan di atas. Siapa sangka siapa duga manusia itu ada, dan aku adalah orang yang amat teramat beruntung bisa dekat dengan sosoknya. Dia adalah sang kapten tetapi lebih tepatnya seorang navigator saya jeng Meta Orlanda Pradezi, nama nya saja sudah aneh bin ajaib. Bagaimana tidak, coba anda baca dengan seksama namanya, sungguh sebuah nama dengan perpaduan kata yang tidak relevan maka tidak heran bahwa tidak ada orang yang tahu arti dibalik nama tersebut lebih tepatnya sangat sulit di prediksi, sekalipun oleh mbah dukun. Setahu dan seingat saya memang belum ada dan mungkin tidak ada penelitian yang menyatakan bahwa nama berhubungan dengan kepribadian seseorang. Ini setahu saya lho. Nah mungkin karena nama yang dari katanya sudah sangat sulit di mengerti maka saya juga takjub dengan kepribadiannya yang memang sangat misterius dan sangat sulit di tebak, bahkan oleh tukang es tebak sekalipun.
Gue...ciee gue jeng...pakai saya se lah bia semi formal stek nak. Saya berkenalan dengan sang navigator sewaktu menginjak bangku kuliah, cara paling mudah mengingatnya adalah stelan rambutnya yang ikal sebahu bagaluang galuang. Cara kedua adalah dengan mengigat postur eh bukan bentuk eh bukan lekuk tubuhnya yang memang agak sedikit ini sedikit lho kapten sedikit agak menggelembung. Huahahahhaha. Sebenarnya sih tidak terlalu gembung cuma dia nya saja yang ngerasa gembung, termakan perasaan istilahnya.  Kami berkenalan dengan cara yang lazim pada umunya orang berkenalan yaitu dengan media komik, detektip Conan.
Sang navigator ternyata adalah seorang penggila komik, coba tebak komik apa yang paling ia gila-i? Yap,,,tidak salah lagi adalah serial One Piece sebuah legenda bajak laut yang di karang oleh Eiichiro Oda seorang komet Jepang merupakan favorit sang navigator. Sebagai seorang penggila One Piece maka tak heran bila ia mengoleksi dengan lengkap jilid demi jilid komik terbitan elex media tersebut, tertata rapi di meja belajarnya mulai dari edisi satu hingga edisi yang paling terbaru. “Eji suko Conan, tapi Eji labiah suko One Piece nda”,katanya yang waktu itu masih malu-malu.
Tidak hanya sekedar mengumpulkan komik demik komik tetapi ia juga tau mengenai seluk beluk legenda One Piece dimana segerombolan bajak laut mugiwara alias topi jerami yang berambisi mendapatkan one piece dan menjadi raja bajak laut setelah Gold D. Roger. Oh ya perlu kiranya saya perkenalkan nama alay teman saya yang saya cintai ini, mungkin tidak banyak orang yang sadar bahwa nama Jijiluffy adalah nama yang alai..:D karena itu peraduan namanya dengan nama kapten bajak laut topi jerami Monkey D. Luffy. Jika sudah bercerita mengenai one piece maka mulutnya akan sulit berhenti, dia akan terus menceracau, sangat bersemangat dan menggemaskan, saya hanya mendengarkan dengan penuh kebingungan. Eji mulai meracuni fikira saya semenjak ia memperkenalkan one piece, awalnya sih tentu sangat tidak menarik bagi saya, tetapi ia terus memborbardir sampai ia menyodorkan koleksi komiknya. Saya pun mulai membaca dan suka lalu ketagihan lalu tergila-gila, saya suka Sanji yang sangat pandai memasak dan pecinta wanita tentunya.
 Berkenalan dengan eji membuat saya menyukai MUSE dan A7X dimana sebelumnya saya menyukai Rhoma Irama, peterpan sekarang NOAH, ST 12, musik melayu minangkabau lainnya, ia juga membuat saya makin mencintai Detektif Conan tetapi tidak Sherlock Holmes. Kala itu kami seperti orang bodoh, cupu-cupu gemesin gimana gitu, sering ke warnet bareng (ingek warnet jeruk lemon kapten?) hahahha, mendownload tema-tema hape jadul. Mungkin hal ini tidak di ingat lagi olehnya yang membuat saya takjub dan makin takjub, waktu itu kami kuliah di gedung G, dan sehabis kuliah kami langsung meluncur ke sebuah tempat makan. Saya langsung mengambil sebotol frestea karena haus saya pun langsung meminumnya, tiba-tiba eji datang dan berkata “oi, minum sia ko? Mintak eji yo?”, dengan polosnya, lumayan kaget lalu saya mengiyakan (polosnya persis seperti luffy sang kapten mugiwara). Cerita yang normal bukan? Nah tidak normalnya di sini pemirsa jadi si Eji langsung menyedot di sedotan bekas saya tadi yang masih ada dalam frestea memang aneh dan ajaib anak ini, bagaimana tidak di saat kebanyak remaja wanita yang gengsi meminum minuman dengan bekas sedotan orang lain terutama lelaki maka tak berlaku bagi ia.
Waktu itu, zaman itu, kala itu, tarago tu kami selalu bersama-sama kemanapun pergi maka tak heran bahwa saya tidak butuh waktu yang lama untuk akrab dengannya. Kami segera menjadi partner in crime dalam suka dan duka. Keluh kesah gundah gulana selalu kami bagi, terkadang motivasinya menjadi senjata buatku begitu pula sebaliknya walaupun sebenarnya saya hanya bisa berbicara. Mungkin hampir semua seluk beluk kehidupan pribadi masing-masing telah kami bicarakan dengan blak-blakan sehingga ikatan emosi kami begitu kuat. Bagi saya kesederhanaan hidupnya adalah pelajaran yang tidak akan saya dapatkan dimanapun, gaya hidup apa adanya, polos, namun cerdas. Bagi saya ia lebih dari sekedar orang yang berada tetapi ia tampil seadanya. Karena begitu dekatnya kami sering di kira pacaran oleh kolega yang lain, waktu itu tiada hari tanpa sang navigator. 
 Entah sebuah kebetulan atau memang rencana tuhan, kami pun di satukan di sebuah organisasi kampus. Genta andalas, sebuah organisasi pers mahasiswa di kampus Unand. Saya tidak tahu persis apa alasan Eji bergabung dengan sebuah organisasi tingkat universitas ini, namun yang jelas sudah pasti ia merasa akan menjadi lebih baik jika bergabung di Genta Andalas. Adapun satu hal yang perlu kiranya ada ketahui adalah sang navigator adalah seorang yang pendiam sewaktu awal-awal kuliah, dia hanya berbicara seperlunya mungkin karena suaranya terlalu merdu atau dia penganut paham diam itu emas sampai akhirnya Genta Andalas memoles bakat terpendamnya.
Di Genta Andalas, Eji adalah bagaikan mutiara terpendam yang menunjukkan kemilaunya sepak terjangnya di Genta patut di acungi jempol. Ternyata sosok sang navigator yang asli keluar begitu ia di Genta, dia cekatan, ide-ide nya brilian, pemikirannya mirip dengan Bung Hatta yang selalu lebih cermat ketimbang saya. Teringat bagi saya ketika memberikan amanah kepada Jinis (nama alay kedua Eji) untuk menjabat sebagai pemimpin redaksi, menjadi ujung tombak Genta bukan sembarang orang tentunya dan saya rasa saya berhasil untuk meyakinkannya menjadi lebih dari kapasitasnya. Jiwanya begitu lurus untuk memperbaiki saya yang berliku. Kami begitu harmonis di Genta Andalas dia adalah tandem yang sempurna bagi saya, selalu berbagi kebaikan terutama dalam hal makanan....hahahaha. Triknya adalah anda cukup mengatakannya langsing maka makanan apa yang anda minta pasti dikasih asalkan tidak lebih dari 10.000 rupiah :D. “ji..eji langsing kini yoo”, seperti itulah kira-kira (piss kapten).
Ibarat Soekarno dan Hatta, duo proklamator yang terlihat harmonis tetapi sebenarnya juga terjadi cekcok antara mereka baik itu karena pemikiran atau ada hal lain yang membuat mereka tidak sejalan. Hal tersebut juga berlaku pada kami yang terlihat harmonis tetapi juga pernah mengalami cekcok baik itu di Genta maupun di konteks jurusan, kami pernah tidak saling sapa selama beberapa hari sampai hitungan bulan mungkin saya tidak ingat persis. Ini adalah buah dari ego kami yang berdampak pada kedewasaan kami, sebuah bagian dinamisasi kehidupan yang kelak pasti akan tetap saya ingat.
 Akhirnya Meta Orlanda Pradezi, saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan anda, bagi saya Jinis adalah teman plus soulmate sekaligus kapten dan navigator. Banyak hal yang seharusnya saya ceritakan tentang sosok beliau (hauahahhaha,,beliau ) dan kisah-kisah indah kami tentunya, tetapi jika semua saya ceritakan di sini maka tak akan ada lagi unsur penasarannya...haha. Saya akhiri dengan mengucapkan maaf bila ada pihak yang di rugikan dan merasa di kambangkan iduangnya but its more than facts, dan janji tiket ke Shibuya masih akan tetap saya ingat dan akan di realisasikan dalam waktu dekat kapten (kok lah lapeh dari pengangguran ko eh :D). Saya pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Sang Navigator, keep fighting!.  
Jumat, 22 November 2013
Di Garuda Sakti
Pukul 23.14 WIB